Abstract

Posisi manusia dalam menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah bukan semata menjalin hubungan vertikal dengan Tuhan akan tetapi manusia memiliki beban teologis yang berupa tanggung jawab sosial terhadap sesamanya dan lingkungan, serta alam semesta tempat manusia tinggal. Persoalan moralitas manusia dalam wilayah hubungan horizontal inilah yang serlalu saja mengemuka dan membutuhkan gagasan solutif dari problematika tersebut. Salah satu konsepsi tentang posisi manusia tersebut terekam dalam konsep ihsan yang termaktub dalam ayat 41-42 surat al- Ahzab. Konsepsi ihsan dalam surat ayat tersebut adalah adanya kontrol diri yang timbul akibat dari kontinyuitas dalam menjalin hubungan dengan Tuhan melalui instrumen dzikir, sehingga sikap tang termanifestasi adalah sikap yang mencerminkan moralitas yang baik.