Abstract

Maraknya permasalahan sosial, pendidikan dan ekonomi yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia tak terkecuali di Kampung Sri Rahayu, menimbulkan dampak yang negatif. Salah satunya yaitu munculnya anak jalanan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah. Kondisi anak jalanan yang cukup memprihatinkan dengan banyak masalah yang serius, seperti, putus sekolah, rentan pergaulan bebas, dan degredasi moral.Tujuan penulisan ini yakni, mengkaji kembali problematika yang dialami anak jalanan di Kampung Sri Rahayu, Kelurahan Karang Klesem Kecamatan Purwokerto selatan kabupaten Banyumas. Konsep tulisan ini terfokus pada solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa IAIN Purwokerto dalam memberdayakan anak jalanan di Kampung Sri Rahayu melalui skema revolusi mental dan SDGs 2030 yang telah memperlihatkan bebrapa hasil dalam pemberdayaan Psikoso-sosial, pendidikan dan kemandirian ekonomi anak jalanan. Metode penulisan ini adalah deskriptif dan analitif. Hasil pengamatan dan analisis didasarkan pada observasi yang dilakukan di Kampung Sri Rahayu, Kelurahan Karang Klesem Kecamatan Purwoerto Selatan Kabupaten Banyumas, dokumentasi, wawancara serta studi kepustakaan terhadap kondisi anak jalanan di Kampung Sri Rahayu.