Abstract

Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan penopang hidup berupa masyarakat. Setiap masyarakat tempat hidup manusia memiliki pandangan ideal bersama untuk diperjuangkan dan direalisasikan bersama. Pandangan ideal inilah yang kemudian menyatukan semua elemen masyarakat dalam kegiatan berorganisasi, dimana posisi pemimpin dan kepemimpinan menjadi sangat vital dalam konteks ini. Selain sebagai simbol dan manifestasi dari tujuan bersama, pemimpin juga merupakan salah satu bagian penting dari ajaran Islam. Apabila ditarik kedalam konteks pendidikan Islam akan menjadi menarik dan sangat penting dibahas karena pendidikan Islam merupakan lingkungan sosial yang memiliki peran penting bagi masa depan sosial juga. Dalam tulisan ini akan diulas mengenai kualifikasi kepemimpinan dalam ranah pendidikan formal, nonformal dan informal dalam pendidikan Islam di mana perbedaan mendasar dalam kualifikasi pemimpin formal dan pemimpin sosial antar lain : kemampuan manajerial, kualifikasi pendidikan, keterampilan teknis, penampilan dan kharisma. Perbedaan kualifikasi ini terjadi karena perbedaan wilayah kerja, wewnang dan tanggungjawab yang juga berbeda.