Abstract

Ilmu tasawuf dapat diartikan tuntunan yang dapat membawa manusia kepada mengenal Tuhan dengan sebenar-benarnya, yaitu ma’rifat. Menelisik sejarah, benih-benih tasawuf sebenarnya sudah ada sejak dalam kehidupan Nabi SAW. Hal ini dapat dilihat dalam perilaku dan peristiwa dalam hidup, ibadah dan pribadi Nabi Muhammad SAW. Sebelum diangkat menjadi Rasul, berhari-hari ia berkhalwat di gua Hira terutama pada bulan Ramadhan. Disana Nabi banyak berdzikir bertafakur dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Pengasingan diri Nabi di gua Hira ini merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalwat atau munajat bersama Allah SWT. Kaitannya dengan manusia, tasawuf lebih mengedepankan aspek rohaninya dari pada aspek jasmaninya. Kaitannyadengan kehidupan, tasawuf lebih menekankan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia yang fana. Sedangkan dalam kaitannya dengan pemahaman keagamaan, tasawuf lebih menekankan aspek esoterik dari pada eksoterik.