Abstract

Rekonstruksi pemikiran pendidikan pesantren menjadi perlu untuk dilakukan guna mempersiapkan sumber daya manusia yang modern dan religius untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pondok pesantren Al-Ikhsan Beji I Kedungbanteng Banyumas merupakan pondok yang sudah melakukan rekonstruksi paradigma pemikiran pendidikan pesantren dengan mengkombinasikan program bahasa dan program pesantren tanpa mengurangi nilai tradisi pesantren. Penelitian ini digunakan guna mengetahui rekonstruksi paradigma pemikiran pendidikan pesantren dalam menghadapi perkembangan IPTEK melalui program bahasa Arab dan bahasa Inggris serta implementasinya di pondok pesantren Al-Ikhsan Beji I Kedungbanteng Banyumas. Jenis penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research), subjek penelitiannya adalah pengasuh pondok pesantren, Ustadz dan Ustadzah serta santri. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa alternatif paradigma proses penyelenggaraan pendidikan yang dipakai oleh pengasuh ponpes Pondok Pesantren AlIkhsan Beji Kedungbanteng Banyumas ini adalah paradigma proses vs.poduk karena paadigma roses vs. produk endidikan merupakan sebuah paradigma yang akan mewarnai sosialisasi manusia itu sehingga terjadi profil budaya sesuai dengan yang kita harapkan. Paradigma proses ini dalam pendidikan yang ditekankan bukan pada produk, tapi lebih pada proses.