Abstract

Abstrak: Perkembangan media massa di era globalisasi ini berdampak pada peran gender dalam fakta sosialnya. Dunia periklanan sedang berkembang pesat dan membuat masyarakat seakan terhipnosis akan maraknya iklan yang bermunculan tanpa henti. Banyak iklan yang dibuat dengan mengadopsi berbagai macam ide. Sayangnya, iklan tersebut diproduksi  dengan tidak memperhatikan norma-norma kesusilaan, moral dan etika. Ada semacam kekhawatiran tersendiri mengenai perubahan iklan di masyarakat. Seperti misalnya munculnya budaya konsumerisme secara besar-besaran dalam kehidupan masyarakat, adanya stereotipe yang buruk terhadap kaum perempuan dan eksploitasi secara tidak lansung atas tubuh kaum perempuan. Untuk menghentikan eksploitasi perempuan dimedia dibutuhkan upaya penyadaran dan kesadaran dari berbagai pihak, baik masyarakat sebagai pengguna media, wartawan, redaksi dan pemilik media sebagai pemroduksi berita di media serta perempuan sebagai model dari media, sehingga berita yang dimunculkan bisa berimbang, dengan tidak mengeksploitasi tubuh perempuan tapi menampilkan sisi kekuatan perempuan sebagai obyek yang layak menjadi inspirasi bagi masyarakat.
 
The development of the mass media in the globalization era has an impact on the role of gender in social facts. The world of advertising is growing rapidly and making the community hypnotized as advertisements are popping up endlessly. Many advertisements are created by adopting a wide range of ideas. Unfortunately, these advertisements are created with little regard for the norms of decency, morality and ethics. There is a kind of concerns about the changes in the advertising community. Such as the rise of consumer culture on a large scale in public life, the existence of bad stereotypes against women and exploitation indirectly over women's bodies. To stop the exploitation of women in mass media, it need an effort to raise awareness of the various parties, both public as users of media, journalists, editors and media owners as the news producers media, as well as women as the model of media. So the news appear can be balanced, without exploiting women's bodies but show the power of women as objects worthy of being the inspiration for the community .
Kata Kunci: Eksploitasi, Perempuan, Media massa.