Abstract

Abstrak: Hak waris bagi wanita telah diatur dalam hukum Islam secara gamblang dan tertera dalam firman-firman Allah swt dalam Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, dan dalam pembagian harta warisan bagi wanita dalam Islam dibedakan dengan hak waris bagi laki-laki dengan alasan yang banyak diungkapkan baik dari para mufasir maupun para cendikiawan muslim. Namun kemudian hal itu menjadi perdebatan ketika para aktivis feminis mewacanakan kesetaraan gender dalam hal pembagian hak waris bagi wanita karena dianggap tidak “adil” dengan peranan wanita masa kini yang setara dengan para kaum laki-laki. Kemudian hal ini didukung dengan hukum positif di Negara kita yang mengatur tentang hak waris bagi wanita dan laki-laki secara gamblang tidak membedakan jenis kelamin.Tulisan ini bermaksud untuk mengungkapkan bagaimana peranan wanita masa kini dan bagaimana pembagian hak waris bagi wanita baik dalam perspektif Islam dan hukum positif di Indonesia.
 
Inheritance rights for women has been governed under Islamic law and explicitly stated in the words of Allah in the Qur'an revealed to the Prophet Muhammad , and the division of inheritance for women in Islam is distinguished by inheritance rights for men men with good reason that many of the commentators expressed or Muslim scholars . But then it becomes a debate when feminist activists mewacanakan gender equality in the division of inheritance rights for women because it is not " fair " to the role of women today is on par with the men . Then it is supported by the positive law in our country governing inheritance rights for women and men are not explicitly distinguish this type of kelamin.Tulisan intends to reveal how the role of women today and how the division of inheritance rights for women in both the Islamic perspective and positive law in Indonesia.
Kata Kunci: Hak Waris Wanita, Hukum Islam, Hukum Positif.