Abstract

Abstrak: Hijab selalu menjadi isu yang kontroversial. Sebagian umat Islam menganggapnya sebagai perintah Allah yang harus dijalankan. Sementara sebagian yang lain menganggapnya sebagai praktik budaya yang bisa berubah. Tulisan ini meneliti makna hijab dalam al-Qur’an dengan menggunakan mekanisme yang biasa disebut dengan double investigations/double movement, yaitu dengan meneliti konteks pertama kali hijab diturunkan, yaitu untuk siapa dan bagaimanakah konstruk sosial ketika ayat hijab itu diberlakukan. Investigasi berikutnya adalah makna semantis yang terkandung dari retorik hijab berikut implikasi-implikasi sosiologisnya. Dalam hal metodologi untuk kajian tentang hijab ini, penulis melakukan uji falsifikasi untuk mengetahui apakah konsep hijab yang selama ini ada masih relevan dengan realitas sekarang atau tidak, dan untuk mencari kebenaran yang disesuaikan dengan realitas sekarang. Tulisan ini berkesimpulan bahwa ajaran al-Qur’an tentang hijab dapat beradaptasi dengan konteks wanita modern semulus ia beradaptasi dengan komunitas muslim awal 14 abad silam. Adaptasi ini dapat dibuktikan jika nas itu ditafsirkan dengan memperhatikan konteks sosial masyarakat Muslim dengan perubahan sosial dan zamannya.
Hijab has always been a controversial issue. Most Muslims regard it as God's command that need to be executed. While others regard it as a cultural practice that can be changed. This paper examines the meaning of hijab in the Qur'an by using a mechanism commonly referred to investigations double/double movement, that is by examining the context of hijab when it was first derived, that is to whom and how the social construct when it imposed the verse about hijab. Further investigation is semantic meaning contained of hijab following rhetorical sociological implications. In terms of the methodology for the study of the hijab, the authors conduct falsification tests to determine whether the concept of hijab that there has still relevant to today's reality or not, and to seek truth adapted to reality now. This paper concludes that the Qur'anic teachings about hijab can adapt to the context of the modern woman as smoothly as he adapted to the Muslim community of the early of 14th century. This adaptation can be proved if the passage was interpreted by taking into account the social context of Muslim societies with social change and age.
 
Kata Kunci: Dekonstruksi, Konstruksi, Hijab.