Abstract

Abstrak: Berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang selama ini terjadi telah menghambat persamaan hak antara perempuan dan laki-laki dalam masyarakat Islam. Salah satu akar masalahnya adalah adanya tafsir agama yang bias gender, karena pada dasarnya pemahaman umat Islam terhadap posisi perempuan baik di dalam kehidupan domestik (rumah tangga) maupun di wilayah publik (sosial) pada umumnya sangat diwarnai oleh ajaran agama. Karena itulah, pembacaan ulang tafsir-tafsir ajaran Islam untuk memahami kesetaraan gender dirasa perlu dilakukan sebagai upaya untuk menjawab problematika umat Islam dalam menghadapi arus deras demokratisasi di mana wacana hak asasi manusia dan kesetaraan menjadi isu utamanya. Untuk melakukan itu, maka metodologi penafsiran ajaran Islam harus direkonstruksi dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan analisis yang bisa membuka adanya kemungkinan-kemungkinan baru dalam pembacaan al-Qur’an dan hadis sebagai seumber utama ajaran Islam.
 
Abstract: Various forms of discrimination against women that have happened until present days hinder equality between women and men in Muslim society. One of the roots of that problem is the existence of gender-biased religious interpretations, because basically Muslim understanding of women's position both in domestic life (household) and in public areas (social) is generally highly influenced by religious teachings. Therefore, rereading interpretations of Islamic teachings to understand gender equality should be considered as an attempt to answer the problems of Muslims in facing strong currents of democratization, in which the discourse of human rights and equality become its major issue. In doing so, the interpretation of Islamic teaching methodology should be reconstructed using analytical approaches that could open up any new possibilities in the reading of the Qur'an and Hadith as the primary source of Islamic teachings.
 
Kata Kunci: Reinterpretasi, Analaisis Gender, dan Kesetaraan Gender.