Abstract

 
Abstrak: Artikel ini mengungkapkan penggunaan bahasa di media massa yang merefleksikan bahasa laki-laki dan perempuan. Berbagai progam di televisi menampilkan secara jelas perbedaan bahasa di atara keduanya. Para lelaki semakin berani muncul dengan gaya perempuan dan bertutur seperti perempuan untuk tujuan menarik dan mengihur pemirsa. Selain itu juga muncul stigma yang melekat terhadap perempuan sebagai obyek dalam media massa ini yang dapat dilihat dari bahasa yang digunakan yang berpotensi mempengaruhi pemaknaan yang terjadi pada pemirsa. Kondisi ini tentu menimbulkan dampak negatif bagi audien. Oleh karenanya, desain program siaran hendaknya mempertimbangkan segi-segi kebahasaan yang berpotensi menimbulkan gejala kurang baik di masyarakat. Pertimbangan demi menembus rating tertinggi tidak serta merta menutup mata terhadap potensi bahasa yang bisa merendahkan atau melecehkan suatu kaum.
 
Abstract: This article discusses the use of language in the massmedia that reflect the language of men and women. Some various programs on television show a clear difference between the two. The men appear more daring to imitate women style and speak like women for the purpose of attracting and entertaining the audience. It also appearst he stigma attached to women as objects in the massmedia that can be seen from the language used that could potentially affect  the meaning that occurs in the viewer. This condition would cause a negative impact to the audience. Therefore, the design of broadcast programs should consider the aspects of language that could potentially cause adverse effect in the community. Consideration to get the highest rating does not necessarily turn into a blind eye to the potential language that could degrade or harass people.
 
Kata Kunci: Media Massa, Televisi, Pesan, Bahasa Laki-laki, dan Makna.