Abstract

Islam sangat melindungi perempuan. Hal ini dapat dilihat dari ayat-ayat Al Qur’an maupun Hadits tentang tanggung jawab seorang ayah terhadap anak perempuan serta tanggung jawab suami terhadap istrinya. Laki-laki yang mampu menafkahi keluarga biasanya tidak mengijinkan istri mereka bekerja. Hal tersebut menimbulkan ketergantungan istri yang sangat tinggi terhadap suami dalam hal keuangan. Semua orang pasti akan meninggal. Sangat berat istri ditinggalkan suami, terlebih istri yang bergantung keuangan penuh terhadap suami. Karena itulah peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai strategi pemenuhan kebutuhan ekonomi janda cerai mati. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi pemenuhan kebutuhan ekonomi janda cerai mati. Informan penelitian ini ditentukan berdasarkan beberapa indikator, yaitu; semua informan adalah janda cerai mati, memiliki anak dan bukan pegawai/karyawan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua informan tidak memiliki pekerjaan tetap. Mereka bekerja serabutan, yang penting menghasilkan uang. Semua informan memiliki ketergantungan pada bantuan orang lain. Baik itu anak yang sudah besar, tetangga, saudara, teman bahkan bos. Semua informan merasa bahwa biaya fasilitas listrik dan gas terasa berat. Biaya fasilitas lain seperti kendaraan, rumah yang layak dan lain-lain bagi mereka sangat tidak mungkin terpenuhi karena sangat besar. Biaya sosial seperti menghadiri hajatan, menjenguk orang sakit dan lain-lain juga mereka rasa sangat berat, namun tetap mereka keluarkan karena mereka hidup ditengah masyarakat agar rukun dengan tetangga. Bahkan semua informan lebih mengutamakan biaya sosial dari pada biaya kebutuhan pribadi seperti makan, pakaian dan lain-lain. Semua informan pernah mengalami hidup kekurangan. Semua informan sudah sangat sederhana dalam menjalani kehidupan. Hampir semua informan menerapkan sistem gali lubang tutup lubang dalam memenuhi kebutuhan. Para janda cerai mati yang menjadi informan mengandalkan tetangga, saudara, anak yang sudah mandiri dan bos untuk dipinjami uang.