Perlindungan Perempuan dalam Hukum Perkawinan di Indonesia

Sebuah Wacana Pembaharuan Undang-Undang Perkawinan dalam Masalah Batas Usia Perkawinan

Keywords: protection, women rights, child rights, marriage law, marriage age limit

Abstract

The Indonesian Constitutional Court granted part of the claim for the judicial review lawsuit on Law No. 1 of 1974 concerning Marriage for Article 7 Paragraph 1 related to the age of marriage. The article is considered discriminatory against women and is considered legalizing child marriages because the lowest age limit for women can be married is 16 years old, different from the lowest age limit for men, 19 years old. The global consensus on the need to abolish early marriage, forced marriage, and child marriage is actually made and agreed upon by UN member countries, including Indonesia. There are a number of adverse effects that can arise in child marriage, such as impacts related to health, education and economic aspects, including violations of children's rights. This paper examines the age limit of marriage in the perspective of Islamic law, which can then become state policy. Marriage is a legal act that requires the doers to meet the criteria of legal competency. Marriage also requires the responsibility of the parties to fulfill their rights and obligations, so that the aspect of maturity in marriage is a must.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bastomi, H. (2016). “Perikahan Dini dan Dampaknya (Tinjauan Batas Umur Perkawinan Menurut Hukum Islam dan Hukum Perkawinan Indonesia)”. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, Vol. 7, No. 2, Desember 2016: 354-384.

BPS dan UNICEF. (2015), Kemajuan yang Tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia. Jakarta: BPS dan UNICEF.

Doi, A. R. I. (1992), Perkawinan dalam Syari`at Islam, cet. 1. Jakarta; Rineka Cipta.

Hosen, N. (2007). Shari`a and Constitutional Reform in Indonesia. Singapura; ISEAS.

Imron, A. (2013). “Perlindungan dan Kesejahteraan Anak dalam Perkawinan di Bawah Umur”. Jurnal Al-Tahrir. Vol. 13, No. 2, November 2013: 253-272.

Isa, A. G. A. (1985). Perkawinan Islam. Jakarta; Pustaka Mantiq.

Kinanthi, M. R. (2018). “Faktor Penentu Komitmen Pernikahan pada Kelompok Populasi Tahap Pernikahan Transition to Parenthood hingga Family with Teenagers”. Jurnal Psikodimensia, Vol. 17, No. 1, 2018: 63-76.

Maula, B. S. (2004). “Kepemimpinan dalam Keluarga: Perspektif Fiqh dan Analisis Gender”. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, Vol. 3, No. 1, Maret 2004: 27- 43.

Misrawi, Z., dkk. (2003). Dari Syariat Menuju Maqashid Syariat: Fundamentalisme, Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: KIKJ & Ford Foundation.

Mubasyaroh. (2016). “Analisis Faktor Penyebab Pernikahan Diini dan Dampaknya bagi Pelakunya”. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, Vol. 7, No. 2, Desember 2016: 385-411.

Muhdlor, A. Z. (1995). Memahami Hukum Perkawinan (Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk) Menurut Hukum Islam, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 (UU Perkawinan), Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 (UU Peradilan Agama), dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, cet. 2. Bandung: al-Bayan.

MUI (Majelis Ulama Indonesia), (2009), “Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III Tahun 2009”, Jakarta: Ijtima’ Ulama Majelis Ulama’ Indonesia (MUI).

Muladi. (2008). Demokratisasi Hak Asasi Manusia dan Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: The Habibi Center.

Mulia, M. (2018). “Perkawinan Anak dalam Perspektif Islam dan Hak Kesehatan Reproduksi”, Makalah, disampaikan pada Seminar dan Launching Buku ‘Stop Perkawinan Anak’, Jakarta; Fakultas Hukum UI bekerjasama dengan Leiden Law School, tanggal 26 November 2018.

Muslim, I. A. H. (1970). Ṣaḥīḥ Muslim, Jilid I, “Kitāb al-Ḥajj”. Beirut: Dār al-Fikr.

Nayan, M. (2015). “Child Marriage in India: Social Maladies and Government’s Initiatives”. International Journal of Applied Research, Vol. 1, No. 5, 2015: 72-80.

Ratriyanti, D. (2018). “Kawin Anak dan Kekerasan terhadap Perempuan”. Diakses dari www.detik.com. edisi 28 November 2018,

Rofi’i, A. (2015). “Globalisasi HAM dan Hukum Keluarga Islam di Malaysia”. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam. Vol. 9, No. 2, Desember 2015: 303-318.

Sabiq, S. (1981). Fiqh as-Sunnah, Jilid II, cet. 3. Beirut; Dar al-Fikr.

Sabuni, M. A. (1973). Rawā’i’ al-Bayān Tafsīr Āyāt al-Aḥkām min al-Qur’ān, Jilid I. Beirut; Dār al-Fikr.

Soeaidy, S., & Zulkhair. (2001). Dasar Hukum Perlindungan Anak Jakarta; Novindo Pustaka Mandiri.

Thalib, S. (1982). Hukum Kekeluargaan Indonesia, cet. 2. Jakarta; Universitas Indonesia.

Zahrah, M. A. (1957). Al-Aḥwāl al-Syakhṣiyyah. Kairo: Dār al-Fikr al-`Arabi.
Published
2019-07-23
How to Cite
Maula, B. (2019). Perlindungan Perempuan dalam Hukum Perkawinan di Indonesia. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 14(1), 14-38. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/yinyang.v14i1.2825
Section
Articles